Loading...

3 Indikator untuk Mengetahui Kesehatan Vagina

Selain sebagai alat reproduksi, alat kelamin atau vagina pada perempuan juga berfungsi sebagai jalan lahir. Namun sangat disayangkan, sampai saat ini masih ada banyak wanita yang merasa tabu untuk membicarakannya, bahkan dengan dokter sendiri.

Jika dibandingkan dengan alat kelamin pria, vagina pada wanita memang lebih sering bermasalah karena letaknya yang berada di dalam. Jika kebersihannya tidak benar-benar dijaga dengan baik, maka berbagai gangguan seperti gatal, bau dan keputihan seringkali terjadi.

Untuk mengetahui vagina yang sehat, sebagaimana diberitakan hariansumutpos, ada tiga indikator untuk memeriksa sendiri keadaan vagina:

loading...

1. Bau
Normalnya vagina tidak berbau, namun bila muncul bau tidak sedap seperti bau anyir, ada kemungkinan telah terjadi infeksi jamur dan bakteri.

2. Kadar kelembapan
Caranya mudah, masukkan jari kelingking ke dalam mulut dan sentuh dinding mulut. Rasakan kelembabannya. Seperti itulah kira-kira kelembaban normal vagina. Kelembapan bisa berkurang karena beberapa hal antara lain menopause. Bila kelembapan berkurang, tidak perlu terlalu dipermasalahkan, kecuali bila Anda merasa keadaan ini mengganggu hubungan intim Anda dengan pasangan. Solusinya antara lain gunakan lubrikan (pelumas buatan), konsumsi produk kedelai dan vitamin E.

3. Lendir atau cairan yang keluar
Normal tidaknya lendir atau cairan yang keluar dari vagina wanita bisa dilihat dari warna dan kepekatannya. Normalnya, lendir berwarna bening dan kepekatannya seperti baby oil atau putih telur. Biasanya terjadi menjelang masa subur dan di saat masa subur.

Sementara apabila warnanya berubah menjadi putih dan lebih pekat seperti body lotion, ini juga masih tergolong normal karena biasanya terjadi setelah ovulasi atau masa subur berakhir atau ketika terangsang secara seksual. Keadaan yang tidak normal adalah ketika cairan yang keluar dari vagina kental dan warnanya kekuningan, kehijauan, atau kecoklatan, karena telah terjadi peradangan serta infeksi bakteri dan jamur. Penyebabnya antara lain penggunaan obat antibiotika dalam waktu lama, sehingga keseimbangan flora normal terganggu. Bisa juga karena sistem kekebalan tubuh yang tidak bekerja sebagaimana mestinya, penggunaan pil KB, atau hubungan seks yang tidak sehat.

Loading...
3 Indikator untuk Mengetahui Kesehatan Vagina | inicarak | 4.5