Loading...

6 Kesalahan yang Mungkin Dilakukan Ibu Saat Menyapih Anaknya

Menyapih adalah proses berhentinya masa menyusui bayi secara berangsur-angsur atau sekaligus. Cara menyapih bayi yang dilakukan dengan benar bisa membuat ikatan Anda dengan si kecil tetap terjaga. Anak bisa belajar bahwa seorang ibu tetap mencintainya meskipun ia tidak mendapatkan ASI lagi. Anak akan merasa kalau disapih bukanlah suatu yang menyakitkan namun mendidik mereka untuk belajar mandiri.

Seperti yang dikutip dari melindahospital.com, berikut ini adalah enam cara yang salah dalam menyapih anak:

1. Mengoleskan obat merah pada puting
Mengoleskan obat merah pada puting bisa menyebabkan bayi mengalami keracunan bahkan bisa membuatnya sakit.

loading...

Jika ibu melakukan penyapihan secara tiba-tiba, si kecil akan merasa ditolak ibunya. Dampak selanjutnya, diduga bayi akan merasa ibu tidak mencintainya lagi. Cara ini juga dapat memengaruhi perkembangan kepribadian anak. Gaya kelekatan yang muncul adalah avoidance yang berarti menghindar dalam suatu hubungan interpersonal. Si kecil akan mengalami kesulitan untuk menjalin suatu hubungan intensif dengan orang lain.

2. Mengoleskan jamu, brotowali, atau kopi supaya pahit
Cara ini yang biasanya banyak digunakan para ibu untuk memulai penyapihan. Awalnya mungkin bayi tak akan menikmati rasa pahit itu, tetapi lama-kelamaan bayi bisa menikmatinya bahkan ketergantungan. Bayi akan belajar, meskipun pahit tetapi masih tetap bercampur dengan puting ibunya. Efek yang ditimbulkan dari cara ini, bayi bisa mengembangkan suatu kepribadian yang ambivalen. Si kecil akan mengembangkan kecemasan dalam hubungan interpersonal nantinya. Bayi juga akan merasa apakah ibu sebenarnya mencintainya atau tidak.

3. Memberi perban/plester pada putting
Cara ini akan terasa lebih menyakitkan bagi bayi. Dengan diplester/diperban, bayi tidak bisa menyentuh puting ibunya. Bayi belajar bahwa puting ibunya adalah sesuatu yang tidak bisa dijangkau.

4. Menitipkan anak ke rumah kakek-neneknya
Cara ini juga banyak dilakukan para orangtua agar bayi berhenti menyusui. Kehilangan ASI saja sudah cukup menyakitkan, ditambah pula kehilangan figur ibu. Kondisi seperti ini bisa mengguncang jiwanya. Bayi akan menghadapi dua sumber stress, yaitu ditinggalkan dan harus beradaptasi. Anda jangan kaget jika setelahnya si kecil butuh penyesuaian kembali terhadap orangtua terutama ibu bahkan ia akan kehilangan kepercayaan.

5. Selalu mengalihkan perhatian setiap bayi menginginkan ASI
Meski masih bayi, si kecil tetap merasakan penolakan ibu yang selalu mengalihkan perhatiannya saat ia menginginkan ASI. Kondisi ini juga bisa membuat bayi bersikap ambivalen yang meragukan kasih sayang ibu terhadap dirinya.

6. Bersikap cuek setiap bayi menginginkan ASI
Jika setiap si kecil menginginkan ASI, ibu selalu bersikap acuh maka dampaknya bayi bisa merasa tak disayang dan kehadirannya ditolak sehingga tumbuh rasa rendah diri dalam dirinya.

Terkadang kesalahan dalam menyapih bayi juga justru datang dari ibu sendiri. Ibu tidak bersedia menyapih karena ketergantungan emosional yang kuat dengan bayinya. Hal ini berdampak negatif terhadap perkembangan psikis si kecil yang dapat mengembangkan kepribadian dependen atau tidak mandiri. Sebaiknya, ibu banyak belajar cara menyapih yang benar dan penuh cinta agar bayi tidak merasa depresi saat ia berhenti menyusui.

Loading...

Hasil pencarian:

cara menghilangkan pahit pada batrawali saat terkena puting susu, tanaman brotowali untuk menyapih anak
6 Kesalahan yang Mungkin Dilakukan Ibu Saat Menyapih Anaknya | inicarak | 4.5