Loading...

Cara Membedakan Bisnis MLM Legal dan MLM Piramida

Bisnis model MLM kini marak dimana-mana dan seringkali dijadikan sebagai kedok ajang penipuan. Iming-iming akan mudahnya mendapat uang tanpa harus bekerja keras membuat banyak orang tergiur untuk mengikuti progam bisnis MLM. Yang perlu dilakukan adalah mencari referral sebanyak-banyaknya, dan biarkan mereka yang bekerja untuk kita. Semakin banyak referral maka akan semakin banyak bonus yang akan kita dapatkan.

Nah, mulai sekarang, untuk anda pelaku atau orang yang tertarik dengan bisnis model MLM, sebaiknya anda harus berhati-hati. Pasalnya, pemerintah kini sudah melarang model bisnis MLM.

Sebenarnya, menurut Srie Agustina, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, seperti yang dikutip dari nefosnews, bisnis MLM boleh-boleh saja, yang dilarang adalah MLM dengan skema piramida atau skema ponzi (money game).

loading...

Sayangnya, masyarakat sering kesulitan untuk membedakan mana yang bisnis MLM yang legal, dan mana MLM yang piramida. Tapi tidak perlu khawatir, ada kok cara untuk membedakannya.

Bila dilihat dari cara perekrutan sumber daya manusianya, memang tidak ada beda antara bisnis MLM dengan skema piramida. Namun, sistem penjualan MLM dijalankan secara berkelompok yang biasanya melalui perekrutan anggota guna membentuk tim pemasaran secara bertingkat. Sementara itu MLM skema piramida adalah perekrutan anggota untuk mendapatkan penghasilan besar dari anggotanya yang berhasil direkrut tersebut, misalnya arisan berantai.

Ada tiga perbedaan utama antara MLM yang legal dengan MLM piramida.

  1. Yang bisa dikenali dari skema piramida adalah biaya investasi atau pendaftarannya yang sangat besar, hal itu tentu berbeda dengan bisnis MLM yang biaya pendaftarannya besarannya digunakan untuk mendapatkan starter kit.
  2. Jika pada skema piramida bisa dipastikan tidak ada produk yang dijual, pada bisnis MLM pastinya memiliki produk yang jelas.
  3. Jika skema piramida, anggota akan mendapatkan penghasilan dari rekruitmen anggota lainnya, maka pada bisnis MLM anggota akan mendapatkan penghasilan dari kerja keras tim dalam memasarkan produknya.

Agar lebih mudah untuk diawasi, Ditjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan mengimbau pelaku bisnis MLM agar segera mendaftarkan bisnisnya ke Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Payung hukumnya aturan ini adalah Undang-undang No. 7/2014 tentang Perdagangan yang isinya mengatur mulai dari pendaftaran usaha hingga distribusi MLM.

Loading...
Cara Membedakan Bisnis MLM Legal dan MLM Piramida | inicarak | 4.5