Loading...

Cara Sehat dan Praktis Merawat Organ Reproduksi Wanita

Vagina mempunyai mekanisme pembersihan diri sendiri, yaitu dengan mengandalkan koloni bakteri normal yang menjaga keseimbangan mikroorganisme di dalam dan di sekitarnya. Namun, keseimbangan tersebut dapat terganggu oleh beberapa tindakan yang tidak mengindahkan kebersihan. Jika keseimbangan tersebut terganggu, maka dapat memunculkan terjadinya masalah keputihan. Keputihan abnormal dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius, seperti infertilitas, penyakit radang panggul, kelahiran prematur dan berat badan lahir rendah.

Bagaimana tips-tips merawat vagina untuk mencegah masalah keputihan?

  1. Kenakan celana dalam yang terbuat dari katun karena dapat menyerap keringat. Hindari celana dalam berbahan nilon, jins dan kulit. Hal ini dilakukan untuk menghindari peningkatan kelembaban dan iritasi yang dapat menimbulkan infeksi. Panty liner sebaiknya hanya digunakan antara 2-3 jam.
  2. Hindari pemakaian celana dalam yang ketat. Gantilah celana dalam secara rutin, minmal dua sampi tiga kali sehari, terutama jika Anda merasa daerah itu sering berkeringat.
  3. Jaga organ intim agar tidak lembab setelah buang air kecil atau buang air besar. Bilas vagina sampai bersih, kemudian keringkan sebelum memakai celana dalam dengan handuk kecil atau tisu yang bersih. Usahakan agar daerah kemaluan dan selangkangan selalu kering, terutama bagi yang bertubuh gemuk. Suasana lembab sangat disukai jamur. Karena itu jangan biarkan celana dalam basah atau lembab.
  4. Gunakan air yang bersih untuk membasuh vagina langsung ditadah dari keran biasa atau dengan keran semprot. Air yang terkumpul di ember atau bak mandi bisa saja terkontaminasi oleh air kencing orang lain, spora, jamur atau kuman.
  5. Sesering mengganti pembalut pada saat menstruasi karena darah yang keluar dapat menjadi media tumbuhnya kuman. Hindari pemakaian pembalut wanita di luar masa haid (kecuali memang diperlukan).
  6. Kurangi asupan gula dan makanan yang terbuat dari karbohidrat buatan, seperti mi, roti dan kue kecil yang sejenisnya.
  7. Tidak disarankan untuk menggunakan vagina douche (pembersih vagina), tampon deodorant atau produk lain yang mengandung parfum.
  8. Hindari penggunaan sabun yang beraroma saat membersihkannya dan bersihkan bagian luarnya saja. Penggunaan bedak talkum, tissue, atau sabun pewangi pada daerah vagina juga tidak disarankan karena dapat menyebabkan iritasi. Tisu yang terbuat dari serbuk kayu ada yang tercemar jamur kalau proses pembuatannya kurang baik.
  9. Hindari pemakaian barang-barang yang memudahkan penularan seperti meminjam perlengkapan mandi dan lain sebagainya.
  10. Sedapat mungkin tidak duduk di atas kloset di WC umum atau biasakan mengelap dudukan kloset di WC umum sebelum menggunakannya.
  11. Pola hidup sehat yaitu diet yang seimbang, olah raga rutin, istirahat cukup, hindari rokok dan alkohol serta hindari stres berkepanjangan.
  12. Sesekali tidur tanpa menggunakan celana dalam untuk membuat vagina tetap bernafas.
  13. Jaga berat badan normal, jangan sampai kegemukan. Kegemukan dapat menyebabkan vagina tertutup lipatan sehingga lembab.
  14. Untuk perempuan menikah disarankan untuk memeriksakan diri sekurang-kurangnya 3 bulan sekali. Hal ini dilakukan untuk mencegah penularan penyakit kelamin. Juga jangan lupa untuk membersihkan vagina setiap sesudah berhubungan seks dibagian luar vagina
  15. perempuan yang pernah melahirkan dan berhubungan seks, setidaknya lakukan pap smear sekali setahun.

Semoga informasi tentang tips cara sehat dan praktis merawat organ reproduksi wanita di atas dapat bermanfaat untuk Anda, para wanita ibu rumah tanggan dan remaja putri.

loading...

Loading...

Hasil pencarian:

cara membuat badan wangi tanpa parfum
Cara Sehat dan Praktis Merawat Organ Reproduksi Wanita | inicarak | 4.5