Loading...

Dampak, Akibat Buruk dari Hipertensi Saat Sedang Hamil

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan salah satu masalah yang seringkali muncul ketika seorang wanita sedang hamil. Hipertensi pada masa kehamilan ini dibagi menjadi dua, yaitu hipertensi ringan dan hipertensi tingkat berat.

Perlu diketahui, kehamilan mengubah sistem kardiovaskular seorang ibu, di mana pada keadaan normal, tekanan darah tidak berubah atau menetap secara fisiologi. Oleh sebab itu, hipertensi saat kehamilan bisa membuat tekanan darah meningkat.

Seperti yang diberitakan laman Okezone, menurut Spesialis Kebidanan dan Kandungan, Konsultan Fetomaternal RSPI Pondok Indah, Dr. Azen Salim, Sp.OG-KFM, terdapat beberapa keadaaan yang bisa meningkatkan risiko terjadinya hipertensi saat kehamilan. Di antaranya memang sudah menderita hipertensi sebelumnya, lalu menderita penyakit ginjal, diabetes, berusia muda (di bawah 20 tahun) atau berusia tua (di atas 40 tahun), dan kehamilan kembar.

loading...

“Dengan tingginya risiko tekanan darah, maka tekanan darah juga meningkat. Sehingga arus darah pada organ sistem terganggu, yaitu jaringan hati, ginjal, otak, rahim, dan plasenta,” jelasnya pada acara press gathering bertema “Antenatal Care untuk Antisipasi Risiko Kehamilan” di Ritz Carlton Pacific Place Hotel, Jakarta, Rabu (26/9/2013).

Selanjutnya, Dr. Azen Salim menambahkan, hipertensi saat kehamilan bisa menyebabkan pertumbuhan janin terhambat dan kematian janin di dalam rahim. Selain itu, hipertensi juga berakibat terjadinya pelepasan plasenta dini dari dinding rahim yang sangat membahayakan ibu dan janin.

“Bahkan jika tidak ditangani dengan tepat, maka bisa menimbulkan risiko kejang-kejang atau kematian pada ibu dan janin. Oleh karena risiko tinggi tersebut, biasanya persalinan dapat dipercepat sebelum usia kehamilan 37 pekan,” tuturnya.

Loading...
Dampak, Akibat Buruk dari Hipertensi Saat Sedang Hamil | inicarak | 4.5