Loading...

Gejala dan Cara Menangani Tuberkulosis (TBC)

Sebuah hasil penelitian yang dikutip dari Healthmeup menyebutkan bahwa pada orang yang mempunyai sistem kekebalan tubuh yang sehat, resiko terkena tuberkulosis atau TBC hanya sebesar 10% saja. Presentase resiko terkena tuberkulosis akan semakin meningkat pada saat seseorang dengan sistem imunitas yang buruk.

Tuberkulosisi atau TBC adalah masalah kesehatan yang banyak ditemui di negara berkembang, termasuk Indonesia. Adalah sangat penting untuk mengetahui gejala TB sejak dini pada diri sendiri. Terkadang virus TBC tidak akan menampakkan gejala apapun hingga kondisi sistem kekebalan tubuh melemah.

Meski bakteri TBC bisa mengenai banyak organ dalam tubuh, namun biasanya penyakit terjadi pada paru-paru dan daerah reproduksi yang membuat seseorang mandul.

loading...

Ada beberapa cara untuk mengetahui gejala TBC, antara lain, batuk yang berlangsung lebih dari dua minggu, lendir yang berwarna kuning, hijau, atau berdarah ketika batuk, turunnya berat badan, rasa lelah, demam, keringat dingin di malam hari, kedinginan, rasa sakit pada bagian dada, napas yang semakin pendek, dan hilangnya nafsu makan.

Kurangnya pemeriksaan dan pengetahuan terhadap gejala TBC seringkali menjadi penghalang seseorang untuk mendapatkan perawatan, demikian yang disebutkan dalam penelitian.

Untuk menangani tuberkulosis atau TBC, peneliti menyarankan, apabila seseorang sudah diketahui memiliki beberapa gejala yang disebutkan, ada beberapa langkah selanjutnya yang harus dilakukan, seperti rontgen dada, tes lendir, dan tes PCR untuk mendeteksi materi genetika dan bakteri yang menyebabkan munculnya TBC.

Loading...
Gejala dan Cara Menangani Tuberkulosis (TBC) | inicarak | 4.5