Loading...

Hikmah Diwajibkannya Membayar Zakat Fitrah

Salah satu kewajiban seorang muslim adalah membayar zakat fitrah. Zakat fitrah ini diwajibkan kepada setiap muslim tanpa dengan syarat dan ketentuan yang sudah ditetapkan.

Orang yang Wajib Membayar Zakat Fitrah

Pada dasarnya keharusan untuk mengeluarkan zakat fitrah ini diwajibkan kepada setiap muslim, baik itu untuk dirinya sendiri atau orang yang menjadi tanggung jawabnya seperti keluarga baik yang masih bayi, anak-anak hingga orang tua, pria atau wanita.

Seseorang diwajibkan membayar zakat fitrah dengan syarat:

  • Individu yang mempunyai kelebihan makanan atau hartanya dari keperluan tanggungannya pada malam dan pagi hari raya.
  • Anak yang lahir sebelum matahari terbenam pada akhir bulan Ramadan dan hidup selepas terbenam matahari.
  • Memeluk Islam sebelum terbenam matahari pada akhir bulan Ramadan dan tetap dalam Islamnya.
  • Seseorang yang meninggal selepas terbenam matahari akhir Ramadan.
  • Jumlah Besaran Zakat Fitrah yang Harus Dikeluarkan

Zakat fitrah biasanya dibayarkan menggunakan makanan pokok dari yang biasanya dikonsumsi dalam kehidupan sehari-hari. Seperti misalnya di Indonesia adalah biasanya mengonsumsi beras (nasi) sebagai makanan pokok, maka beraslah yang digunakan untuk membayar zakat fitrah. Sementara di beberapa negara lain maka bisa jadi akan berbeda.

Menurut para ulama, adapun jumlah besaran dari zakat fitrah adalah sebesar satu sha’ (1 sha’=4 mud, 1 mud=675 gr) atau kira-kira setara dengan 3,5 liter atau 2.7 kg makanan pokok (beras, tepung, kurma, gandum, aqith) atau yang biasa dikonsumsi di daerah bersangkutan (Mazhab syafi’i dan Maliki).

Berbeda dengan zakat mal atau zakat harta benda yang bisa dikeluarkan sepanjang waktu, maka untuk zakat fitrah khusus dikeluarkan pada bulan Ramadan. Wakatu mengeluarkan zakat fitrah bisa dimulai dari awal bulan Ramadhan dan paling lambat sebelum orang-orang selesai menunaikan Salat Ied. Bila zakat dikeluarkan setelah melewati batas ini maka yang diserahkan tersebut tidak termasuk dalam kategori zakat fitrah melainkan hanya sedekah biasa.

Orang yang Berhak Menerima Zakat

Salah satu tujuan dari diwajibkannya untuk mengeluarkan zakat fitrah adalah agar para fakir dan miskin dapat ikut merayakan hari raya dan saling berbagi sesama umat islam. Karena itu orang yang berhak menerima zakat fitrah yang terutama adalah fakir dan miskin. Kemudian zakat fitrah juga dapat diberikan kepada amil (pengurus zakat), muallaf, hamba sahaya, gharimin, fisabilillah, ibnu sabil). Jadi total ada 8 golongan atau asnaf orang yang berhak menerima zakat fitrah.

Hikmah Mengeluarkan Zakat Fitrah

Bukan tanpa alasan Allah mewajibkan kepada setiap orang Islam untuk mengeluarkan zakat fitrah.

Dikutip dari Wikipedia, adapun diantara hikmah diwajibkannya membayar zakat fitrah diantaranya sebagai berikut ini:

  • Di antara hikmahnya adalah sebagaimana yang terkandung dalam hadits Ibnu Abbas radhiAllahu ‘anhuma di atas, yaitu puasa merupakan pembersih bagi yang melakukannya dari kesia-siaan dan perkataan buruk, demikian pula sebagai salah satu sarana pemberian makan kepada fakir miskin.
  • Zakat fitrah merupakan zakat diri, di mana Allah memberikan umur panjang baginya sehingga ia bertahan dengan nikmat-Nya.
  • Zakat fitrah juga merupakan bentuk pertolongan kepada umat Islam, baik kaya maupun miskin sehingga mereka dapat berkonsentrasi penuh untuk beribadah kepada Allah Ta’ala dan bersukacita dengan segala anugerah nikmat-Nya.
  • Hikmahnya yang paling agung adalah tanda syukur orang yang berpuasa kepada Allah atas nikmat ibadah puasa. (Lihat Al Irsyaad Ila Ma’rifatil Ahkaam, oleh Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di, hlm. 37.)

Itulah sekelumit informasi singkat mengenai zakat fitrah. Semoga dapat memberikan manfaat.

loading...
Loading...

Hasil pencarian:

Hikmah diwajibkannya zakat, hikmah diwajibkannya zakat fitrah
Hikmah Diwajibkannya Membayar Zakat Fitrah | inicarak | 4.5