Loading...

Waspada! Inilah 6 Penyakit Berbahaya Akibat Kurang Serat

Serat pangan atau yang lebih dikenal hanya dengan sebutan serat adalah nutrisi penting yang berguna untuk membantu menjaga makanan agar tetap bergerak efisien melalui tubuh. Ini hanya salah satu dari banyak cara serat berkontribusi pada kesehatan yang baik.

Tercukupinya asupan serat harian akan memberikan dampak yang baik diantaranya adalah mengelola berat badan, menghindari penyakit, dan meredakan kondisi kronis. Dengan demikian, ketika anda terus menghindari atau mungkin kurang asupan serat dalam jangka waktu yang lama maka ini dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan tubuh.

Manfaat Serat untuk Kesehatan Tubuh

Mengonsumsi serat sangat penting bagi tubuh karena ini dapat membantu mencegah:

loading...

1. Penyakit jantung
Serat dapat membantu pencegahan penyakit jantung dengan membantu menurunkan kolesterol Anda.

2. Diabetes
Serat membantu mengendalikan kadar gula darah bagi penderita diabetes.

3. Masalah Pencernaan
Jumlah serat yang memadai dari makanan dapat membantu mencegah konstipasi dan wasir.

4. Menjaga Berat Badan
Pola makan tinggi serat tinggi dan lebih rendah kalori cenderung membuat Anda merasa kenyang lebih lama.

Pada dasarnya untuk mendapatkan kecukupan asupan serat bagi tubuh sangat mudah dilakukan. Karena sumber serat bisa ditemukan dalam biji-bijian, kacang-kacangan, buah-buahan dan sayuran.

Adapun jumlah serat harian yang direkomendasikan adalah 25 gram untuk wanita dan 38 gram untuk pria. Setelah usia 50, kebutuhan serat harian anda turun menjadi 21 gram untuk wanita dan 30 gram untuk pria.

Bahaya Akibat Kurang Serat

Serat merupakan bagian penting dari diet apapun yang dilakukan. Karenanya sangat penting untuk mengkonsumsi cukup serat setiap hari untuk menjaga kesehatan dan vitalitas. Sayangnya, jumlan serat yang dikonsumsi kebanyakan orang bahkan tidak sesuai yang direkomendasikan. Meski serat bisa ditambahkan ke makanan dengan mengonsumsi suplemen, namun ada baiknya untuk mendapatkannya dengan mengonsumsi makanan sehat yang terdiri dari banyak buah, sayuran dan biji-bijian.

Berbagai macam masalah mungkin saja akan muncul akibat tidak cukup makan serat, diantaranya:

1. Konstipasi
Sembelit merupakan salah satu masalah paling umum dan sering dialami akibat kurang serat. Serat membantu melunakkan tinja dan memindahkan benda-benda dalam usus. Tanpa serat yang cukup dalam makanan, tinja akan menjadi keras dan proses eliminasi jadi melambat.

2. Tekanan Darah Tinggi
Serat tampaknya memiliki pengaruh besar pada tingkat tekanan darah. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa asupan serat yang tinggi dapat menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik.

3. Diabetes
Serat membantu mengatur gula darah. Salah satu studi menunjukkan bahwa orang yang mengkonsumsi serat dari sereal dan biji-bijian (rata-rata 16,6 gram per hari) memiliki masalah diabetes pada mereka yang rata-rata 6,6 gram per hari. Serat yang diperoleh dari buah dan sayuran ternyata tidak memiliki efek yang sama. Padahal buah dan sayuran sangat penting untuk diet sehat, inilah mengapa kita membutuhkan aneka makanan untuk kesehatan optimal.

Serat rendah, karbohidrat olahan, seperti roti putih dan makanan bergula, mudah dicerna dengan cepat di tubuh, menyebabkan kenaikan gula darah lebih cepat. Serat larut bisa memperlambat penyerapan gula yang dikonsumsi pada saat bersamaan. Hal ini menyebabkan kadar gula dalam tubuh tetap stabil. Penelitian menunjukkan bahwa serat dalam makanan sebenarnya dapat mengurangi risiko diabetes tipe 2.

4. Penyakit Kardiovaskular
Diet yang kurang serat bisa meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Orang yang memiliki makanan yang kekurangan serat memiliki kadar protein C-reaktif yang lebih tinggi. Protein C-reaktif tingkat tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke dan diabetes. Serat juga memiliki manfaat menurunkan kolesterol. Studi menunjukkan bahwa dengan meningkatkan asupan serat rata-rata harian dari 10 sampai 20 gram per hari, risiko kematian akibat penyakit jantung dapat diturunkan sebesar 19-27 persen.

5. Obesitas
Serat tampaknya memperlambat penyerapan lemak. Kotoran dari orang yang mengonsumsi makanan tinggi serat memiliki lebih banyak lemak di dalamnya daripada kotoran dari mereka yang kurang serat dalam makanan. Mereka yang kurang asupan serat akan lebih sulit mengendalikan berat badan.

6. Kanker Usus
Asupan serat yang tidak mencukupi dapat meningkatkan risiko pengembangan kanker usus besar. Orang dengan konsumsi serat tinggi memiliki insidensi penyakit yang jauh lebih rendah. Satu teori menunjukkan bahwa serat mencegah racun dari efek buruk pada sel usus besar, dengan menyapu mereka keluar dari tubuh sebelum mereka memiliki kesempatan untuk melakukan kerusakan. Serat juga memiliki kemampuan untuk menyerap asam empedu dan juga iritasi lainnya yang dapat mempengaruhi kanker paru-paru.

Sumber nutrisi seperti serat bisa membantu Anda mengelola berat badan, menghindari penyakit, dan meredakan masalah penyakit kronis. Namun ketika anda berencana untuk meningkatkan asupan serat, lakukan secara perlahan. Akan lebih baik bila terlebih dahulu anda membicarakannya dengan dokter atau tenaga yang lebih ahli dibidangnya. Karena akibat terlalu banyak asupan serat secara cepat bisa menyebabkan kram, gas, kembung, dan masalah diare. Untuk mencegah masalah tersebut, maka anda bisa menambahkan hanya beberapa gram serat sekaligus. Biasakan minum minimal 2 cangkir minuman bebas kalori antara setiap makanan dan untuk membantu menghindari masalah.

Loading...

Hasil pencarian:

Ajinomoto Berbahaya
Waspada! Inilah 6 Penyakit Berbahaya Akibat Kurang Serat | admin | 4.5