Loading...

Waspadai Kekerasan Seksual Terhadap Anak dengan Mengenal Lebih dalam tentang Pedofilia

Beberapa waktu ini banyak media televisi, koran hingga online memberitakan mengenai kejahatan berupa kekerasan seksual terhadap seorang anak yang masih berusia sekitar 5 tahun dimana korban tersebut adalah siswa salah satu siswa sekolah internasional di Jakarta. Yang membuat kita tercengang adalah bahwa kejahatan seksual terhadap anak atau yang dikenal dengan istilah pedofilia tersebut dilakukan di dalam lingkungan sekolah dan ternyata ada juga oknum guru yang ikut sebagai pelakunya. Lalu, apa sih sebenarnya pedofilia itu? Bagaimana cara mengetahui ciri-ciri pelaku pedofilia?

Pedophilia / Pedophil / Pedofilia / Pedofil adalah suatu kelainan seksual (dan kejiwaan) pada seseorang yang punya ketertarikan pada anak di bawah umur. Atau penyimpangan seksual di mana anak-anak adalah objek seksual disukai. Demikian seperti yang dikutip dari Yahoo Answer.

Pedofilia adalah paraphilia yang melibatkan minat abnormal pada anak. Paraphilia adalah gangguan yang ditandai dengan adanya dorongan seksual dan syur fantasi berulang dan intens yang umumnya melibatkan objek bukan manusia, penderitaan atau penghinaan diri sendiri atau pasangan seseorang (bukan hanya simulasi), atau hewan, anak-anak, atau orang nonconsenting lainnya. Pedofilia juga gangguan psikoseksual dimana tindakan fantasi atau sebenarnya terlibat dalam aktivitas seksual dengan anak-anak sebelum pubertas adalah berarti disukai atau eksklusif untuk mencapai rangsangan seksual dan kepuasan. Ini mungkin ditujukan terhadap anak-anak dari jenis kelamin yang sama atau anak-anak dari jenis kelamin lainnya. Beberapa pedofil yang tertarik pada kedua anak laki-laki dan perempuan. Beberapa tertarik hanya untuk anak-anak, sementara yang lain tertarik untuk orang dewasa maupun anak-anak.

loading...

Pedofilia didefinisikan oleh para profesional kesehatan mental sebagai gangguan mental, tetapi sistem hukum Amerika mendefinisikan bertindak atas dorongan pedofilia sebagai tindakan kriminal.

Fantasi seks yang digunakan seorang pedophil (pedo terhadap anak cowok) adalah dengan mengajak sodomi maupun menyodomi.

Orang-orang yang menikmati pornografi anak adalah pedofil. Beberapa pedofil secara seksual tertarik hanya terhadap anak-anak dan sama sekali tidak tertarik terhadap orang dewasa. Pedofilia biasanya kondisi kronis.

Ciri utama penderita atau pelaku pedofilia adalah:

  1. Berulang kali selama minimal 6 bulan, pasien memiliki keinginan kuat seksual, fantasi atau perilaku mengenai aktivitas seksual dengan anak belum matang seksual (biasanya usia 13 tahun atau di bawah).
  2. Hal ini menyebabkan penting distress klinis atau bekerja merusak, sosial atau berfungsi pribadi.
  3. Pasien adalah berumur 16 tahun atau lebih tua dan paling sedikit 5 tahun lebih tua dari anak.

Ketika pedofilia menjadi aktif secara seksual dengan seorang anak dia dapat:

  1. Membuka baju anak.
  2. Mendorong anak untuk menonton mereka masturbasi.
  3. Menyentuh atau meraba-raba alat kelamin anak tersebut.
  4. Paksa melakukan tindakan seksual pada anak.

Penyebab yang mendasari pedofilia tidak jelas. Meskipun kelainan biologis seperti hormon ketidakseimbangan dapat menyebabkan gangguan di beberapa individu, faktor biologis belum terbukti sebagai penyebab. Dalam banyak kasus kelakuan pedofilia tampak terkait dengan pelecehan seksual atau penelantaran alami selama masa kanak-kanak dan dengan atau kerdil emosional perkembangan psikologis. Penelitian juga telah menunjukkan bahwa anak laki-laki yang mengalami pelecehan seksual lebih cenderung menjadi pedofil atau pelanggar seks. Anak perempuan yang mengalami pelecehan seksual lebih sering menanggapi dengan terlibat dalam perilaku merusak diri sendiri, seperti penyalahgunaan zat atau prostitusi.

Karena pedofilia dianggap serius pelanggaran seksual, pasien yang didiagnosis dengan gangguan tersebut diharapkan untuk berpartisipasi dalam program pengobatan. Di antara bentuk-bentuk perawatan yang efektif untuk pedofilia yaitu kognitif dan terapi perilaku yang mempekerjakan pelatihan empati dan restrukturisasi pola pikir menyimpang dan terdistorsi. Pelatihan Empati mengajarkan pasien untuk melihat perilakunya dari sudut pandang korban. Upaya distorsi kognitif terapi untuk merestrukturisasi pasien menyimpang gagasan-misalnya, dengan memperkuat fakta bahwa pemaksaan terhadap anak-anak ke dalam kegiatan seksual adalah perilaku yang tidak pantas. Dalam beberapa obat kasus seperti cyproterone yang menekan aktivitas testosteron pada pria dapat efektif dalam mengurangi perilaku yang agresif dan dorongan seksual.

Selain mengetahui ciri-ciri pelaku pedofilia, sebagai orang tua kita juga harus mengajarkan anak tentang bagaimana cara menghindari kejahatan seksual. Juga perlu bagi kita untuk mengetahui bagaimana ciri-ciri anak yang sudah menjadi korban kekerasan seksual atau pedofilia.

Loading...
Waspadai Kekerasan Seksual Terhadap Anak dengan Mengenal Lebih dalam tentang Pedofilia | inicarak | 4.5